Real Madrid memang Tidak Layak Lolos ke Final Liga Champions 2020-2021

Hasil minor harus didapatkan oleh Real Madrid ketika melakoni leg kedua semifinal Liga Champions musim 2020-2021. Menghadapi Chelsea, skuad Los Blancos –julukan Madrid– menelan kekalahan 0-2 dari lawannya.

Dalam pertandingan yang dimainkan di Stamford Bridge Stadium, dini hari tadi WIB, Madrid sebenarnya tampil mendominasi. Bahkan Madrid sempat beberapa kali menebar ancaman ke lini pertahanan kubu tuan rumah.

Salah satu peluang emas yang berhasil didapatkan Madrid hadir melalui sundulan Karim Benzema. Akan tetapi peluang emas yang didapatkan oleh penyerang berkebangsaan Prancis tersebut masih berhasil dimentahkan oleh Edouard Mendy.

Pada saat menit ke-28, Madrid justru harus melihat gawang mereka dibobol oleh Chelsea. Adalah Timo Werner yang berhasil mencatatkan namanya di papan skor, setelah sundulannya meluncur ke dalam gawang Madrid.

Tersentak oleh gol Chelsea membuat Madrid kian gencar memberikan tekanan. Akan tetapi beberapa kesempatan emas Madrid harus gagal berujung gol, lantaran penyelesaian akhir yang buruk. Chelsea sendiri berhasil menambah keunggulan jadi 2-0 di menit ke-85 via sontekan dari Mason Mount.

Hingga pertandingan berakhir, kemenangan 2-0 Chelsea atas Madrid tetap bertahan. Dengan kondisi tersebut, Madrid harus rela langkah mereka di Liga Champions 2020-2021 hanya mencapai babak semifinal saja.

Seusai pertandingan tersebut, salah satu legenda Madrid, Jorge Valdano, lantas memberikan pandangannya. Menurut Valdano, Madrid memang sangat layak gagal mencapai final Liga Champions 2020-2021. Sebab performa eks klubnya itu memang benar-benar mengecewakan.

“Saya merasa bahwa Real Madrid memang sangat tidak pantas mendapatkan apa-apa dalam pertandingan ini (melawan Chelsea). Bahkan tidak sedikit pun keberuntungan bagi mereka di pertandingan ini,” jelas Valdano, seperti disadur dari Marca, Kamis (6/5/2021).

“Saya menilai bahwa Real Madrid telah dikalahkan oleh lawan yang lebih unggul dan lebih agresif. Bahkan tidak ada kemungkinan keajaiban terjadi. Penyakit Madrid ini, bisa dikatakan, adalah mereka tidak memiliki cukup pencetak gol di tim,” sambung pria berusia 65 tahun itu.

Di partai final, Chelsea sendiri bakal meladeni sesama wakil Liga Inggris, yaitu Manchester City. Ya, Man City sendiri berhasil lolos ke final usai mengalahkan Paris Saint-Germain (PSG) dengan agregat 4-1.

‘Leicester dan Tottenham Bukan Unggulan Juara Liga Inggris’

Leicester City dan Tottenham Hotspur bersaing di papan atas klasemen Liga Inggris. Kendati demikian, keduanya disebut bukan kandidat juara Premier League.

The Foxes saat ini memuncaki klasemen Liga Inggris dengan raihan 18 poin. The Lilywhites dan Liverpool menyusul kemudian dengan kumpulan 1 poin lebih sedikit dari Si Rubah.

Meski Leicester dan Spurs menunjukkan performa bagus, penulis kolom BBC, Alan Shearer, tak lantas menjagokan keduanya saat Liga Inggris sudah berjalan 8 laga.

Liverpool dan Manchester City disebutnya masih menjadi favorit. The Citizens kini ada di posisi ke-10 dengan 12 poin hasil 7 kali bermain.

“Saya melihat bahwa Liverpool dan Manchester City sebagai tim yang menonjol di Premier League dan berpikir bahwa salah satu dari mereka akan menjadi juara –tapi Leicester dan Tottenham bisa dibahas sendir,” kata Shearer dalam kolomnya di BBC.

“Leicester lah yang pantas memuncaki klasemen saat ini. Mereka di antara tim yang mengalami masalah cedera, tapi mereka masih memperagakan sepakbola yang luar biasa.”

“Saya sangat terkesan dengan The Foxes saat memetik kemenangan atas Wolves di hari Minggu. Semua yang mereka lakukan –saat menyerang dan bertahan,” kata eks pemain Blackburn Rovers itu.

Shearer juga memuji Spurs di bawah asuhan Jose Mourinho. Dengan Harry Kane, Son Heung-min, dan Gareth Bale di lini depan, Spurs disebut mempunyai ancaman dari lini depan.

Spurs saat ini menjadi tim tersubur kedua di Liga Inggris. Mereka sudah membukukan 19 gol dalam 8 laga, cuma kalah dari Chelsea yang sudah bikin 20 gol.

“Saat anda mempunyai lini depan yang dimiliki Tottenham, dengan Harry Kane, Son Heung-min, dan Gareth Bale, anda selalu menghadirkan ancaman. Terutama dengan performa Kane dan Son,” kata Shearer.

Spurs kini sudah melaju tujuh laga tak terkalahkan di liga sejak kalah dari Everton di kandang pada pekan pembuka, yang mana itu performa yang buruk,” kata mantan pemain Newcastle United.

Livescore Sepakbola

Jadwal Piala Super Eropa: Bayern vs Sevilla

Piala Super Eropa 2020 mempertemukan Bayern Munchen vs Sevilla di Stadion Puskas Arena, Budapes, Hungaria, Jumat (25/9) dini hari waktu Indonesia. Berikut jadwal Piala Super Eropa: Bayern vs Sevilla.

Menurut situs UEFA, pertandingan Munchen vs Sevilla di Piala Super Eropa 2020 akan dimulai pukul 02.00 WIB.

Piala Super Eropa merupakan pertemuan dua tim juara turnamen antarklub Eropa. Bayern Munchen merupakan juara Liga Champions 2019/2020, sedangkan Sevilla kampiun Liga Europa musim lalu.

Piala Super Eropa merupakan pertemuan dua tim juara turnamen antarklub Eropa. Bayern Munchen merupakan juara Liga Champions 2019/2020, sedangkan Sevilla kampiun Liga Europa musim lalu.

Pertandingan Piala Super Eropa 2020 ini layak disebut sebagai duel raksasa Eropa, karena baik Munchen maupun Sevilla sama-sama memiliki torehan apik di turnamen di Benua Biru.

Rekomendasi Situs Liveskor Terbaru

Gelar Liga Champions 2020 membuat Munchen mengoleksi enam trofi Si Kuping Besar dalam sejarah klub sejak kali pertama meraihnya pada 1973/1974. Selain Liga Champions, Die Roten juga pernah juara Liga Europa, dan Piala Winners.

Sementara itu, Sevilla merupakan pemegang gelar terbanyak Liga Europa yang sebelumnya bernama Piala UEFA dengan koleksi 6 trofi sejak 2006.

Klub asal Spanyol itu juga pernah mencatatkan rekor apik dengan meraih gelar Liga Eropa tiga kali beruntun sejak 2014 hingga 2016.

Jadwal Piala Super Eropa 2020 Bayern vs Sevilla:
Piala Super Eropa 2020/ Bayern vs Sevilla/ Stadion Puskas Arena/ Pukul 02.00 WIB

Kane Masih Sesali Kegagalan Tottenham Juarai Liga Champions

Harry Kane pada nyatanya terus meratapi ketidakmampuan Tottenham Hotspur memenangi Liga Champions. Hasil negatif dari Liverpool sepertinya sangat membekas di dalam ingatannya.

Tottenham Hotspur sukses membikin kejutan di Liga Champions musim kemarin. Skuat berjulukan The Lilywhites sukses bisa sampai laga pamungkas dan bertanding dengan Liverpool.

Tapi, kejutan Harry Kane dkk tak berujung manis. Mereka mesti puas dengan cuma jadi peringkat kedua usai mendapatkan kekalahan 0-2 melawan Liverpool di Stadion Wanda Metropolitano pada dua Juni silam.

Gagal tepat di tahap penghujung membikin Harry Kane sangat kecewa. Malahan, kekecewaan itu terus dirasakannya hingga sekarang.

“Sungguh, ini merupakan hasil yang sukar diterima. Kami main amat baik untuk bisa sampai partai puncak Liga Champions. Saat Kamu main di laga raksasa dan tak mampu menunjukkan penampilan paling baik, jelas bakal terus amat menyakitkan, ” tutur Kane sebagaimana dilansir dari FourFourTwo.

Walau tidak berhasil, Kane jua berupaya memetik hikmah dibalik ketidakmampuan kesebelasannya itu. Striker tim nasional Inggris ini juga meminta The Lilywhites bisa mengulang penampilan keren pada 2019-20.

“Kendati begitu, kami jadi sedikit lebih optimis dan percaya dapat main di laga raksasa kayak laga pamungkas Liga Champions. Jadi, tinggal tergantung pada kami sendiri kompetisi musim ini untuk berupaya dan balik lagi menunjukkan penampilan keren, ” jelasnya.

Solskjaer Buat Tim Manchester United Optimis

Mantan kiper Manchester United, Ben Foster, menganggap Ole Gunnar Solskjaer sudah sukses menanamkan keyakinan diri didalam teamnya. Inilah yang menjadi kunci kebangkitan Setan Merah.

“Solskjaer menghantarkan kebersamaan. Manajemen sekarang sudah meningkat, di mana pemain-pemain nyaris paham apa yang perlu mereka perbuat di gelanggang. Mereka cuma perlu seseorang yang betul-betul bisa menanamkan keyakinan diri serta merangkul bintang serta memberi tahu mereka jika mereka mengerjakan job dengan bagus, ” tutur Foster pada Soccerway.

“Aku kira inilah yang kurang dari mereka di dalam tahun-tahun terbaru. Sepertinya Manchester United merupakan tempat yang lebih bagus saat ini, lingkungan yang sedikit lebih bahagia, serta inilah yang diusung Solskjaer. ”

Solskjaer bergabung Manchester United saat Desember silam menjadi caretaker. Dia jadi pengganti peran Jose Mourinho.

Pada tangan Solskjaer, Setan Merah mendapat 15 kemenangan, dua kali seri serta tiga kekalahan di dalam dua puluh laga. Karena pencapaian cemerlang itu, Manchester United alhasil mengontrak lelaki dari Norwegia ini dengan durasi 3 tahun ke depan.

“Ketika saya berlaga baginya pada kesebelasan cadangan United, Solskjaer luar biasa. Seluruh orang senang berlaga baginya. Kamu keluar dari gelanggang dengan senyum pada wajah Kamu. ”

“Aku betul-betul senang buat Solskjaer. Ia spektakuler saat ia jadi pelatih cadanganku pada United. Saya bakal terus punya kata yang amat baik buat dibilang mengenai dirinya, sebagaimana kemungkinan seluruh orang yang sudah berjumpa ia. Ia bintang elit serta saya percaya pemain-pemain bakal bahagia berlaga baginya jua, ” tutur Foster.