Kane Masih Sesali Kegagalan Tottenham Juarai Liga Champions

Harry Kane pada nyatanya terus meratapi ketidakmampuan Tottenham Hotspur memenangi Liga Champions. Hasil negatif dari Liverpool sepertinya sangat membekas di dalam ingatannya.

Tottenham Hotspur sukses membikin kejutan di Liga Champions musim kemarin. Skuat berjulukan The Lilywhites sukses bisa sampai laga pamungkas dan bertanding dengan Liverpool.

Tapi, kejutan Harry Kane dkk tak berujung manis. Mereka mesti puas dengan cuma jadi peringkat kedua usai mendapatkan kekalahan 0-2 melawan Liverpool di Stadion Wanda Metropolitano pada dua Juni silam.

Gagal tepat di tahap penghujung membikin Harry Kane sangat kecewa. Malahan, kekecewaan itu terus dirasakannya hingga sekarang.

“Sungguh, ini merupakan hasil yang sukar diterima. Kami main amat baik untuk bisa sampai partai puncak Liga Champions. Saat Kamu main di laga raksasa dan tak mampu menunjukkan penampilan paling baik, jelas bakal terus amat menyakitkan, ” tutur Kane sebagaimana dilansir dari FourFourTwo.

Walau tidak berhasil, Kane jua berupaya memetik hikmah dibalik ketidakmampuan kesebelasannya itu. Striker tim nasional Inggris ini juga meminta The Lilywhites bisa mengulang penampilan keren pada 2019-20.

“Kendati begitu, kami jadi sedikit lebih optimis dan percaya dapat main di laga raksasa kayak laga pamungkas Liga Champions. Jadi, tinggal tergantung pada kami sendiri kompetisi musim ini untuk berupaya dan balik lagi menunjukkan penampilan keren, ” jelasnya.

Solskjaer Buat Tim Manchester United Optimis

Mantan kiper Manchester United, Ben Foster, menganggap Ole Gunnar Solskjaer sudah sukses menanamkan keyakinan diri didalam teamnya. Inilah yang menjadi kunci kebangkitan Setan Merah.

“Solskjaer menghantarkan kebersamaan. Manajemen sekarang sudah meningkat, di mana pemain-pemain nyaris paham apa yang perlu mereka perbuat di gelanggang. Mereka cuma perlu seseorang yang betul-betul bisa menanamkan keyakinan diri serta merangkul bintang serta memberi tahu mereka jika mereka mengerjakan job dengan bagus, ” tutur Foster pada Soccerway.

“Aku kira inilah yang kurang dari mereka di dalam tahun-tahun terbaru. Sepertinya Manchester United merupakan tempat yang lebih bagus saat ini, lingkungan yang sedikit lebih bahagia, serta inilah yang diusung Solskjaer. ”

Solskjaer bergabung Manchester United saat Desember silam menjadi caretaker. Dia jadi pengganti peran Jose Mourinho.

Pada tangan Solskjaer, Setan Merah mendapat 15 kemenangan, dua kali seri serta tiga kekalahan di dalam dua puluh laga. Karena pencapaian cemerlang itu, Manchester United alhasil mengontrak lelaki dari Norwegia ini dengan durasi 3 tahun ke depan.

“Ketika saya berlaga baginya pada kesebelasan cadangan United, Solskjaer luar biasa. Seluruh orang senang berlaga baginya. Kamu keluar dari gelanggang dengan senyum pada wajah Kamu. ”

“Aku betul-betul senang buat Solskjaer. Ia spektakuler saat ia jadi pelatih cadanganku pada United. Saya bakal terus punya kata yang amat baik buat dibilang mengenai dirinya, sebagaimana kemungkinan seluruh orang yang sudah berjumpa ia. Ia bintang elit serta saya percaya pemain-pemain bakal bahagia berlaga baginya jua, ” tutur Foster.

Kekalahan dari MU Masih Hantui PSG

Penyerang Paris Saint-Germain, Eric Maxim Choupo-Moting, mengatakan bahwa kesebelasannya masih kesulitan untuk menerima kekalahan dari Manchester United di Liga Champions. Choupo-Moting meminta para pendukung tetap memberikan dukungan pada Les Parisiens.

PSG tidak berhasil melaju menuju perempat final Liga Champions kampanye musim ini. Armada Thomas Tuchel kalah 1-3 saat melawan United pada leg kedua fase 16-Besar di Parc des Princes, Rabu (6/3).

Pencapaian itu jadi pukulan telak bagi Thiago Silva serta kolega. Sebab, mereka menang dua gol tanpa balas terlebih dahulu pada pertandingan pertama di Old Trafford pada bulan lalu.

“Satu-satunya hal yang bisa rombongan saya lakukan merupakan terus berlaga dan memberikan sealanya untuk klub ini, baik rombongan saya maupun semua suporter, ” ujar Eric Maxim Choupo-Moting pada Goal.

“Kami tidak dapat menghapus apa yang terlaksana. Itu terus terasa amat buruk. Wajar bila hal tersebut masih ada pada pikiran rombongan saya. Atmosfer tak baik sebab kami terus begitu menyesal. Sangat berat mencari pengakuan yang ideal untuk menjelaskan apa yang terjadi. Hal tersebut terlihat dari wajah rombongan saya. Itu berat, tetapi rombongan saya harus kerap berjuang.

“Para suporter perlu tahu jika kami butuh mereka. Mereka akan merasa ini cuma kata-kata sebab kami tak bisa menghapus apa yang terjadi. Aku tidak dapat menjelaskan hasil negatif dari Manchester United, ” tukasnya.

Kekalahan dari United memperpanjang kebiasaan buruk Paris Saint-Germain pada Liga Champions. Tiga kampanye musim terakhir, laju Les Parisiens selalu terhenti di babak 16-Besar.